Home » article » STKIP PGRI Bangkalan Gelar Halal Bi Halal

STKIP PGRI Bangkalan Gelar Halal Bi Halal

IMG-20160714-WA0008

STKIPPGRI-BANGKALAN —Pasca perayaan Hari Raya Idul fitri 1437 H, dijadikan momentum bagi keluarga besar STKIP PGRI Bangkalan untuk memperkuat tali persaudaraan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan halal bihalal pada Kamis (14/7). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Graha STKIP PGRI Bangkalan. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mempererat tali silaturrahmi, guna memperkuat persaudaraan untuk kemajuan STKIP PGRI Bangkalan.

Agenda halal bi halal yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta karyawan tersebut diawali pembacaan ayat suci Al-Quran oleh dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Sakrim, M.Pd. Dilanjutkan sambutan Ketua STKIP PGRI Bangkalan Dr. H. Sunardjo, SH., M.Hum, kemudian dilanjutkan tausiyah yang disampaikan KH Nuruddin, untuk berikutnya saling bermaaf–maafan.

Dalam sambutannya, Ketua STKIP PGRI Bangkalan Dr H. Sunardjo, SH., M.Hum mengingatkan soal pentingnya hari kemenangan Idul Fitri yang ditempuh dengan puasa selama sebulan penuh. Makna yang tekandung di hari kemengangan itu katanya, menjadi tolak ukur ke depan untuk memperkuat tali persaudaraan, serta keharmonisan hubungan dengan semua civitas akademika yang ada di STKIP. Sehingga ke depan, kekompakan akan terus terbina.

”Momen ini penting untuk dijadikan bahan instropeksi diri untuk semakin bekerja lebih giat, dan membangun kerja sama yang kuat dalam berbagai hal,” ungkap Dr H. Sunardjo, SH., M.Hum.

Diperjelas, seiring perjalanan waktu, tentu tantangan yang akan dihadapi STKIP PGRI Bangkalan semakin besar. Maka dari sinilah, dia mengajak semua pihak untuk tetap saling rangkul menghadapi tantangan itu. Sehingga semua program yang ada di STKIP bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Sementara itu KH Nuruddin dalam tausiyahnya, memberikan pemahaman tentang makna Ibadah puasa. Dijelaskan, bulan Ramadhan itu merupakan kesempatan ummat Islam untuk menginstropeksi kepribadiannya sebagai orang muslim. Jika nilai ibadah di bulan Ramadhan itu bisa dimaknai dan diterapkan dalam kehidupan seharinya, dipastikan kepribadian seorang tersebut akan berubah menjadi orang yang lebih baik. ”Apa pun tanggapan orang tentang kinerja kita, biarlah Allah yang menilai. Tapi kita harus terus-menerus melakukan kabaikan-kebaikan yang kita dapatkan dalam bulan Ramadhan,” terangnya.

Dikatakan, banyak orang berbuat baik hanya ketika bulan Ramadhan saja. Namun begitu puasa berlalu, kebaikan dalam diri seorang tersebut juga ikut mengalami kemunduran. KH Nuruddin pun mencontohkan seharusnya selepas bulan Ramadhan manusia harus berubah menjadi lebih baik, layaknya ulat yang mampu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. ”Banyak pelajaran yang kita dapatkan di bulan Ramadhan, semoga kita sekalian dapat berubah menjadi manusia yang jauh lebih baik, lebih bermanfaat, dan berguna,” pungkasnya. (bag. humas)

IMG-20160714-WA0007