Home » article » Pelaksanaan UKBI di STKIP PGRI Bangkalan Sukses

Pelaksanaan UKBI di STKIP PGRI Bangkalan Sukses

13912790_506096189585059_5778853213980003170_n

STKIPPGRI-BANGKALAN, Melihat pentingnya mengukur kemampuan berbahasa Indonesia baik bagi dosen, guru, serta tenaga administrasi, Pusat Bahasa STKIP PGRI Bangkalan bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Selasa (9/8). Kegiatan yang diikuti oleh 200 peserta dan dipusatkan di Graha STKIP PGRI Bangkalan itu pun berlangsung lancar.

Dalam sambutannya, Ketua STKIP PGRI Bangkalan Dr. H Sunardjo, SH., M.Hum mengungkapkan bahwa harus diakui jika penggunaan bahasa Indonesia di kalangan dosen, guru, dan tenaga administrasi masih sangat minim. ”Kalau bukan kita yang bangga menggunakan bahasa Indonesia siapa lagi? Padahal beberapa perguruan tinggi di luar negeri peminat mahasiswa asing untuk belajar bahasa Indonesia sangat tinggi,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Arif Izzak, S S perwakilan dari Balai Bahasa Jawa Timur. ”UKBI merupakan salah satu bentuk kami mengembalikan kedudukan Bahasa Indonesia. Bagaimana bisa mereka terkadang lebih membanggakan diri menggunakan bahasa asing daripada bahasanya sendiri,” ucapnya.

UKBI sendiri merupakan tes kemahiran (profiency test), bukan tes pencapaian (achievement test). Tes kemahiran berbahasa mengacu pada kriteria penggunaan bahasa yang dihadapi peserta uji. Penggunaan tersebut meliputi kecakapan hidup umum, yaitu ranah kesintasan dan ranah kemasyarakatan serta ranah kecakapan khusus, yaitu ranah keprofesian dan ranah keilmiahan.

Seperti halnya TOEFL, UKBI juga terdiri dari beberapa sesi dan materi yang berbeda. Materi UKBI meliputi; seksi mendengarkan, merespon kaidah, membaca, menulis dan berbicara. Hasil UKBI berupa peringkat dan predikat yang ditentukan dari skor tertentu. Pemeringkatan hasil UKBI direpresentasikan ke dalam tujuh peringkat; istimewa (725-800), sangat unggul (641-724), unggul (578-640), madya (482-577), semenjana (405-481), marginal (326-404) dan terbatas (251-325).

Sementara itu Kepala Pusat Bahasa STKIP PGRI Bangkalan Arfiyan Ridwan, M.Pd berharap dengan diselenggarakannya UKBI akan mampu mendorong para dosen, guru, dan tenaga administrasi untuk lebih bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia. ”Kami berharap ke depan setelah mengikuti sosialisasi dan tes ini penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa makin ditingkatkan,” tukasnya. (bag. humas)

13906696_1278334862206924_5103431247267894157_n