Home » article » Mengukir Sejarah di Gedung Tua…

Mengukir Sejarah di Gedung Tua…

SURABAYA, STKIPPGRI-BKL, Sore yang tidak cerah, awan gendut menghalangi cahaya matahari di langit Surabaya. Rabu (15/2/2017), bus yang mengangkut puluhan mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan tiba di halaman parkir sebuah stasiun televisi milik pemerintah (TVRI Jawa Timur). Stasiun televisi yang melegenda, tua dan masih tetap hidup. Mengingat beberapa televisi yang usianya relatif muda, tapi sudah tidak hidup, masih ingat Lativi dan TV7 (baca: tv tujuh).

Banyak orang—terutama pelaku industri media—menyebut hidupnya megap-megap, bergantung ‘infus’ dari uang negara, ditambah lagi serbuan media online yang begitu gegap gempita, ia tetap hidup. Masih tetaIMG-20170215-WA079p gagah meski napasnya terengah-engah.

Tak hanya mahasiswa, bahkan dosen, karyawan serta pimpinan STKIP PGRI Bangkalan juga sangat antusias terpancar dari raut wajah dan binar mata mereka. Tak ayal, ‘ritual’ swafoto sudah dilakukan sejak rombongan dari Bangkalan baru saja tiba di ruang tunggu (lobby) gedung bersejarah itu. Rintik gerimis memaksa rombongan untuk masuk ke dalam studio lebih awal dari jadwal. Kami harus ikut acara dialog “Gemari Semanggi” tepat pukul 17.30 WIB. Hari itu, tidak hanya kami yang hadir, ada anak-anak TK, mahasiswa, dosen, guru, pejabat bahkan profesor.

Dr.H. Sunardjo SH., M.Hum sebagai salah satu nara sumber di acara itu memberikan penjelasan mengenai peran mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik Posdaya yang dilaksanakan oleh STKIP PGRI Bangkalan.

“STKIP siap bekeIMG-20170215-WA071rja sama dengan pihak Pemerintah Kabupatan Bangkalan, serta pihak lain untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. STKIP sudah dua tahun melaksanakan KKN Tematik yang memiliki dampak positif di masyarakat,” ujarnya.

Selain bertanya kepada Ketua STKIP PGRI Bangkalan, pembawa acara juga bertanya kepada para dosen dan dua perwakilan mahasiswa. Mahasiswa menjelaskan kegiatan beserta produk apa saja yang dihasilakan selama KKN.

“Kami menciptkan alat pengusir burung menggunakan bambu. Kami juga membuat pupuk kompos dari kotoran sapi yang dicampur sekam. Masyarakat merasa terbantu dengan kegiatan KKN yang dilakukan oleh STKIP. Bahkan hampir ratusan siswa ikut kegiatan “LEMARI” (Les Malam Hari) yang digagas oleh peserta KKN di desa kami,” terang Ade.

Hadir di studio TVRI Jawa Timur, di gedung tua bersejarah itu, bisa jadi tonggak sejarah. Bahwa ini adalah satu dari sekian banyak upaya untuk terus meraih cita-cita STKIP Jaya!(bag. humas)