Home » article » HEBAT! Dua Dosen STKIP Raih Skor IELTS Tertinggi

HEBAT! Dua Dosen STKIP Raih Skor IELTS Tertinggi

 

IMG-20170130-WA0060JAKARTA, STKIPPGRI-BKL, Dua dosen STKIP PGRI Bangkalan mengikuti program Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris (PKBI) yang diselenggarakan Kemenristek Dikti untuk para calon penerima program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia-Luar Negeri (BUDI-LN). Mereka adalah, Arfiyan Ridwan M.Pd dan Dian Eka Indriani, M.Pd.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, yakni bulan November 2016 hingga Januari 2017 dIMG-20170117-WA0004i Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia Depok. Jumlah peserta program ini mencapai 150 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka dibagi di tiga kampus, Universitas Negeri Yogjakarta, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Malang.

Hebatnya, hanya ada tiga dosen yang meraih skor tertinggi dalam tes bahasa Inggris (IELTS) yang diikuti 50 peserta. Dua dosen STKIP PGRI Bangkalan termasuk peraih skor tertinggi. Skor kedua dosen STKIP mencapai 7.0. skor tersebut telah memenuhi syarat di atas minimal skor minimal (6.50) untuk mendapatkan beasiswa kuliah doktoral di luar negeri. Skor IELTS merupakan salah satu tes standar kecakapan bahasa Inggris yang diakui secara internasional.

Selama tiga bulan, para peserta ditempa oleh para tutor bahasa inggris lokal dari kampus UI maupun penutur asing. Para peserta juga diberi wawasan mengenai lokasi tujuan studi, baik di Asia, Australia, Eropa, maupun Amerika. Biaya hidup selama tiga bulan di Depok ditanggung oleh Kemenristek Dikti, termasuk biaya pendaftaran tes IELTS.

Pak Arfi—sapaan akrab dosen yang masih single dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris—merasa sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. Pengalaman yang paling berkesan bertemu dengan para dosen dari seluruh Indonesia dengan latar belakang bidang ilmu, budaya dan karakter yang berbeda-beda.

“Saya ingin melanjutkan studi doktoral di Inggris. Saya bisa mengikuti kegiatan PKBI berkat dukungan ketua STKIP, Pembantu Ketua, Kaprodi dan rekan-rekan dosen,” ungkapnya.(bag. humas)